22/01/2018

Buku Kimia Organik Edisi Ketiga Jilid 1

Judul: Kimia Organik, Edisi Ketiga Jilid 1
Judul Original: Organik Chemistry, Third Edition
Penulis: Ralp J. Fessenden dan Joan S. Fessenden
Penerjemah: Aloysius Hadyana Pudjaatmaka, Ph. D
Penerbit: Erlangga
Cetakan: Pertama, 1982
Tebal: 590 halaman

Mempelajari kimia organik ibarat sama susahnya dengan mempelajari bahasa asing. Suatu “bahan” yang tidak familiar di lingkungan sehari-hari. Meski merupakan salah satu cabang kimia, tetapi kimia organik tidak dipelajari secara intens sewaktu di sekolah menengah atas. Kimia organik  baru dipelajari secara mendalam dan menyeluruh pada saat di bangku kuliah.

Tentunya bagi Mahasiswa baru materi kimia organik menjadi bahasan yang “sukar dipahami” mengingat dalam kimia organik akan banyak dijumpai kosa kata baru. Tidak hanya itu aturan tata bahasa yang dipakai dalam kimia organik juga tergolong baru. Contoh hal baru yang sering dijumpai pada kimia organik tapi belum sama sekali disentuh pada sekolah menengah seperti meramalkan arah suatu reaksi organik.
cover kimia organik edisi ketiga jilid 1/molaritas.com
Buku berjudul asli Organik Chemistry, Third Edition ini ditulis oleh dua bersaudara Ralp J. Fessenden dan Joan S. Fessenden hadir sebagai bahan referensi kimia organik. Kedua pengajar di University of Montana berupaya menghadirkan buku kimia organik sebagai pegangan mahasiswa yang selama ini agak susah dalam memahami pembahasan-pembahasan dalam kimia organik.

Oleh Aloysius Hadyana Pudjaatmaka, Ph. D buku ini dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia sebagai buku rujukan kimia organik dengan judul kimia organik edisi ketiga. Maksud dari penerbitan buku dalam bahasa Indonesia sebagai bantuan bahasa bagi mereka yang belum familiar dengan bahasa inggris.

Dengan alasan yang terlalu tebal, buku organik yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ini dibagi menjadi dua jilid, yakni pertama dan kedua. Dengan dibagi menjadi dua jilid, buku ini menjadi lebih ringan dibawa dan lebih praktis ketika dimasukkan dalam tas. Buku kimia organik jilid pertama ini berisi Bab pengantar tentang kimia organik pada bagian awal-awal. Buku ini juga merupakan edisi ketiga yang sudah mengalami perbaikan berdasar masukan dari edisi pertama dan kedua.

Secara keseluruhan buku kimia organik jilid pertama ini terdiri dari 10 Bab. Pada Bab 1 dan 2 berisi pembahasan tentang tinjauan ulang struktur atom dan molekul, keelektronegatifan, ikatan hidrogen, reaksi asam-basa, dan orbital molekul  yang sudah disajikan dalam bentuk gambar. Konsep gugus fungsional juga dijelaskan pada Bab ini dengan pembahasan mengenai ikatan dalam beberapa senyawa nitrogen dan oksigen sederhana. Pada Bab ini juga diberikan suatu pengantar singkat ke teori resonansi.

Melalui Bab 1 dan 2 penulis buku ini berupaya untuk meningkatkan kualitas bahan ajar. Pada Bab ini terdapat tambahan materi yang berisi penjelasan mengenai penulisan struktur radikal-bebas. Ada juga petunjuk yang lebih eksplisit penghitungan muatan formal dan penulisan struktur resonansi.

Bab 3 berisi pembahasan mengenai keisomeran struktur dan tata namanya. Tidak hanya menjelaskan tata nama alkana saja, Bab ini juga membahas penamaan beberapa kelas senyawa. Sedangkan Bab 4 berisi pembahasan materi tentang stereokimia. Bab stereokimia ini berisi penjelasan tentang struktur yang meliputi keisomeran geometri, konformasi, kiralitas, dan pemisahan isomer. Proyeksi Fischer juga diperkenalkan pada Bab ini sebagai pengantar.

Mekanisme Reaksi Oganik  (MRO) diperkenalkan dalam Bab 5, diantaranya mekanisme reaksi reaksi substitusi dan eliminasi alkil halida. Ada beberapa alasan penggunaan reaksi alkil halida untuk pengantar ke mekanisme. Pertama, jalur reaksi SN2 yang khas adalah reaksi serempak dengan suatu keadaan transisi tunggal, dengan demikian ideal untuk memperkenalkan diagram keadaan transisi dan kinetika reaksi. Kedua, jalur reaksi SN1 secara logis mengikuti mekanisme SN2 dan memungkinkan dapat memperkenalkan halangan sterik dan karbokation.

Dengan penjelasan reaksi-reaksi ionik harapannya asas-asas strereokimia dapat dihubungankan kembali pada pembahasan Bab sebelumnya (Bab 4). Jalur reaksi E2 alkil halida mengikuti pembahasan reaksi substitusi. Meskipun mekanisme E1 disebut disini, pembahasan utama reaksi ini ditunda ke Bab 7, dimana dipaparkan reaksi alkohol.

Bab 6 berisi pembahasan mengenai kimia radikal bebas dan memperkenalkan kimia organologam, terutama reaksi Gridnard. Dalam edisi ini telah dihilangkan pembahasan radikal bebas biologis dan pengikatan dalam molekul oksigen. Sintesis bertahap banyak dan analisis retnosintetik juga diperkenalkan disini.

Bab 7 memuat pembahasan alkohol dan eter dengan beberapa revisi sehingga sehingga menjadi padat. Sub-sub mengenai sifat pelarut, pertukaran H dan D, penata-ulangan pinakol dan oksidasi periodat (dipindah ke Bab 18, kimia karbohidrat) telah dihilangkan. Pembahasan ester anoganik telah dipersingkat. Akan tetapi pada Bab ini ditambahkan materi eter mahkota sebagai zat transfer fase dan menambahkan penggunaan hidrida logam sebagai basa kuat.

Spektroskopi inframerah (IR) dan NMR (Nuclear Magnetik Resonance) dipaparkan pada Bab 8. Pembahasan IR dan resonansi magnetik nuklir penting dalam penetapan struktur unsur dan senyawa. Oleh karenanya pada Bab ini dibahas mengenai latar belakang dan asas-asas dalam spektrokopi IR dan NMR. Dengan demikian mahasiswa dapat memahami hubungan antara spektra dan struktur. Penjelasan disini lebih ditekankan pada strukturnya.  

Dalam Bab 9 berisi pembahasan mengenai alkena dan alkuna. Pada Bab ini dilakukan pemadatan pembahasan demi kejelasan dan menambah  ruang untuk pembahasan reduksi natrium-amonia cair (dari) alkuna, reaksi Simmons-Smith, definisi regioselektivitas, dan topik-topik yang beraneka penting lainnya. Contoh-contoh dalam pembahasan polimerisasi diubah sedemikian rupa agar lebih mewakili posedur-prosedur industri yang aktual. Buku ini ditutup dengan pembahasan mengenai tentang Benzena dan Benzena tersubstitusi. Hal yang dibahas pada Bab 10 mencakup kearomatisan dan reaksi senyawa Benzena.

Adanya referensi tentu sangat mendukung kimiawan dalam memahami kimia organik, terlebih di tingkatan Universitas. Sayangnya seolah menjadi penyakit di negeri ini, Universitas tidak serta merta menyediakan fasilitas referensi yang benar-benar dapat membantu problematika mahasiswa. Padahal dengan direkomendasikannya sebuah referensi yang bagus mahasiswa akan terbantu dalam memahami materi yang disampaikan di perkuliahan. Hadirnya buku kimia organik ini mudah-mudahan dapat menjadi bahan pengantar dan pegangan bagi mahasiswa, peneliti, dosen yang konsern di bidang kimia, terutama kimia organik. (MR)


EmoticonEmoticon