21/12/2017

Bahaya Formalin (Boraks) Pada Kesehatan

Sekarang ini banyak sekali bahan kimia yang digunakan tidak di tempat semestinya, salah satu contohnya yakni bahan pengawet. Saat ini banyak dijumpai makanan yang dicampur bahan pengawet dijual bebas di pasaran. Bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia sengaja dicampurkan pada bahan makanan yang notabene dikonsumsi manusia. Padahal jelas sekali bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam makanan karena akan berakibat fatal pada kesehatan, bahkan dapat berakibat pada kematian.

Bahan pengawet umumnya dicampur pada makanan untuk membuat pekerjaan manusia dalam membuat makanan lebih awet dan tahan lama. Diantara bahan yang sering digunakan untuk pengawet dalam makanan, padahal dilarang adalah formalin, alias boraks. Pada makanan biasanya formalin ini isunya paling ramai digunakan untuk mengawetkan makanan berupa ikan, daging, ayam, tahu, mie, dan lain-lain agar tidak mudah busuk. Padahal segala kebutuhan ini di konsumsi manusia sebagai kebutuhan sehari-hari. 
bahan formalin (formaldehyde)/pixabay.com
bahaya formalin
Alasan penggunaan bahan kimia seperti formalin terbilang cukup memprihatinkan. Pada umumnya, alasan para produsen menggunakan formalin sebagai bahan pengawet makanan adalah karena kedua bahan ini mudah digunakan dan mudah didapat, karena harganya relatif murah dibanding bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk pada kesehatan. Selain itu formalin merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk. Beberapa contoh makanan yang dalam pembuatannya sering menggunakan formalin atau boraks seperti bakso, kerupuk, ikan, tahu, mie, dan daging ayam.

Formalin akan berguna dengan positif bila memang digunakan sesuai dengan fungsi yang seharusnya. Bukan malah digunakan sebagai pengawet makanan karena bahan-bahan tersebut sangat berbahaya. Walaupun begitu, karena ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, banyak produsen makanan yang tetap menggunakan kedua bahan ini dan tidak memperhitungkan bahayanya.

Formalin merupakan aldehida dengan rumus kimia H2CO, yang bentuknya gas atau cair. Kegunaan formalin sebenarnya digunakan untuk membunuh sebagian besar bakteri, sehingga sering digunakan sebagai disinfektan. Selain disinfektan, formalin dimanfaatkan sebagai pembersih, lantai, kapal, gudang dan pakaian. Formalin juga dapat dijadikan bahan pengawet tetapi bukan untuk pengawet makanan. Bahan-bahan yang umumnya diawetkan dengan formalin, yakni  pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu. Formalin memiliki bau yang sangat menyengat, dan mudah larut dalam air maupun alkohol.

Beberapa pengaruh formalin terhadap kesehatan adalah sebagai berikut.
1.    Jika terhirup akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.
2.    Jika terkena kulit akan menyebabkan kemerahan pada kulit, gatal, dan kulit terbakar.
3.    Jika terkena mata akan menyebabkan mata memerah, gatal, berair, kerusakan mata, pandangan kabur, bahkan kebutaan.
4.    Jika tertelan akan menyebabkan mual, muntah-muntah, perut terasa perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru, hilangnya pandangan, kejang, bahkan koma dan kematian.

Zat formalin dapat membahayakan jiwa manusia karena apabila terpapar formalin dalam jumlah banyak, dapat menyebabkan kematian. Reaksi zat pengawet formalin dalam tubuh manusia, yakni formaldehida dikonversi menjadi asam format yang meningkatkan keasaman darah, tarikan napas menjadi pendek dan sering, hiportemia atau sampai kepada kematian.

Tentunya akan lebih baik untuk tidak mengkonsumsi makanan yang telah diketahui mengandung formalin. Namun apabila kurang yakin terhadap kondisi makanan yang akan dikonsumsi mengandung formalin atau tidak, akan lebih baik untuk melakukan perlakuan khusus pada makanan tersebut, dengan tujuan untuk menurunkan kandungan formalin dalam makanan. (MR)


EmoticonEmoticon