02/02/2017

Stainless Steel Bahan Anti Karat

Stainless steel merupakan bahan yang sering digunakan untuk membuat alat-lat kebutuhan sehari-hari, alat masak, arloji, dan lainnya. Bahan ini dipilih karena dapat bertahan dari serangan karat berkat interaksi bahan-bahan campurannya dengan alam. Stainless steel terdiri dari besi, krom, mangan, silikon, karbon dan seringkali nikel and molibdenum dalam jumlah yang cukup banyak. Secara umum semua stainless steel mengandung paling sedikit 10% elemen krom.
alat-alat stainless steel/pixabay.com
Elemen-elemen penyusun stainless steel tersebut akan bereaksi dengan oksigen yang ada di air dan udara. Reaksinya membentuk sebuah lapisan yang sangat tipis dan stabil. Dari sini dihasilkan produk dari proses karat/korosi yaitu metal oksida dan hidroksida. Reaksi Krom dengan oksigen memegang peranan penting dalam pembentukan lapisan korosi ini.

Keberadaan lapisan korosi yang tipis tersebut mencegah proses korosi berikutnya. Lapisan tersebut berlaku sebagai tembok yang menghalangi oksigen dan air bersentuhan dengan permukaan logam. Lapisan korosi ini lebih tipis dari panjang gelombang cahaya sehingga tidak mungkin untuk melihatnya tanpa bantuan instrumen moderen. Hanya beberapa lapisan atom saja cukup untuk mengurangi kecepatan proses karat selambat mungkin karena lapisan korosi tersebut terbentuk dengan sangat rapat.

Besi biasa berbeda dengan stainless steel, permukaannya tidak dilindungi apapun sehingga mudah bereaksi dengan oksigen dan membentuk lapisan Fe2O3 atau hidroksida yang terus menerus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Lapisan korosi ini makin lama makin menebal dan kita kenal sebagai ‘karat’. Stainless steel dapat bertahan ‘stainless’ atau ‘tidak bernoda’ justru karena dilindungi oleh lapisan karat dalam skala atomik.(MR)


EmoticonEmoticon