30/01/2017

Teori HSAB (Asam Basa Keras dan Lunak)

HSAB yang merupakan singkatan dari hard-soft of acids and bases (asam basa keras dan lunak), istilah ini merupakan usulan R.G Pearson pada awal tahun 1960. Menurutnya, asam basa lewis dapat diklasifikasikan menurut sifat keras dan lunaknya. Klasifikasi Pearson bertujuan diantaranya:
1.    Untuk meramalkan reaksi berbagai macam spesies, yaitu asam keras memilih bersenyawa dengan basa-basa keras, dan asam-asam lunak memilih bersenyawa dengan basa-basa lunak, dengan kata lain lunak cenderung lebih suka lunak, dan keras lebih suka dengan keras.
2.    Untuk meramalkan pilihan ikatan dan juga menunjukkan sintesis tingkat oksidasi abnormal dalam suatu logam.
3.    Untuk meramalkan terjadi tidaknya suatu reaksi melalui suka tidak suka, yaitu asam keras cenderung suka dengan basa keras dan asam lunak cenderung suka dengan basa lunak. 

Logam dan ligan dikelompokkan menurut sifat keras dan lunaknya berdasarkan pada polasabilitas unsur. Asam basa lunak adalah asam basa yang elektron-elektron valensinya mudah terpolarisasi atau terlepaskan, sedangkan asam basa keras adalah asam basa yang tidak mempunyai elektron valensi atau yang elektron atau elektron valensinya sukar terpolarisasi. Dengan kata lain asam basa lunak mempunyai sifat terpolarisasi tinggi dan asam basa keras mempunyai sifat terpolarisasi rendah.

Klasifikasi asam basa keras dan lunak
Secara umum ion-ion logam yang terletak pada bagian kiri dari sistem periodik unsur bersifat asam keras, sedangkan logam pada golongan utama sebelah kanan dari sistem periodik unsur bersifat asam lunak. Selain itu juga terdapat daerah batas yang terletak antara keras-lunak karena tidak ada perbedaan yang tajam antara keras dan lunak, yaitu umumnya terdapat pada logam-logam transisi.
a.    Syarat-syarat asam-basa keras (hard).
1.    Jari-jari atom kecil/ukurannya kecil
2.    Bilangan oksidasinya tinggi
3.    Polaritasnya rendah/electron terluarnya tidak mudah dipengaruhi oleh ion lain dari luar.
4.    Elektronegatifitasnya tinggi/sangat elektronegatif
b.    Syarat-syarat asam-basa lunak (soft)
1.    Jari-jari atom besar/berukuran besar
2.    Bilangan oksidasinya rendah/bermuatan kecil atau nol
3.    Polaritasnya tinggi/elektron terluarnya mudah dipengaruhi oleh ion lain
4.    Ekektronegatifitasnya rendah.

Selain dari asam basa keras dan lunak, terdapat juga ligan atau ion logam yang tidak termasuk pada golongan keras ataupun lunak, yaitu golongan intermediet. Dibawah ini adalah tabel ligan dan ion logam yang tergolong asam basa keras, lunak dan intermediet.
klasifikasi beberapa asam basa berdasar HSAB/molaritas.com 

Interaksi asam basa keras dan lunak
Konsep HSAB dapat menjelaskan kestabilan suatu senyawa. Konsep ini juga digunakan dalam konteks kualitatif daripada kuantitatif yang membantu untuk mengetahui faktor utama terjadinya reaksi kimia, terutama pada logam transisi. 

Berdasarkan prinsip HSAB, asam keras cenderung lebih suka untuk berkoordinasi dengan basa keras, dan demikian juga halnya dengan asam lunak cenderung lebih suka berkoordinasi dengan basa lunak. Interaksi antara asam keras dan basa keras disebut dengan interaksi ionik, sedangkan interaksi antara asam lunak dan basa lunak lebih bersifat kovalen.

Terdapat hubungan antara energi orbital dengan kekerasan ataupun kelunakan asam-basa. Asam keras lebih stabil kemungkinannya pada orbital LUMO (lowest unoccupied molecular orbital), sedangkan basa keras kurang stabil pada orbital HOMO (highest occupied molecular orbital)

Besarnya perbedaan energi antara orbital asam-basa keras menyebabkan transfer muatan dari basa ke asam sangat eksotermik, dalam hal ini interaksi yang paling dominan adalah interaksi ionik. Sebaliknya asam dan basa lunak mempunyai energi orbital molekul yang kira-kira setara, sehingga interaksi kovalen menjadi sangat dominan. Overlab orbital yang paling efektif adalah orbital yang mempunyai level energi yang setara.

Contoh:
HgF2(g) + BeI2(g) → HgI2(g) + BeF2(g)
Ket: HgF2: lunak-keras, BeI2keras-lunak, HgI2: lunak-lunak, BeF2keras-keras
CH3HgOH(aq) + HSO3-(aq) → CH3HgSO3-(aq) + HOH(l)
ket: CH3HgOH: lunak-keras, HSO3-: keras-lunak, CH3HgSO3-: lunak-lunak, HOH: keras-keras
  
REFERENSI
Bowser, J.R., Inorganic Chemistry, 1993, Brooks/Cole Publishing Company, California.
Sharpe, A. G., Inorganic Chemistry, 3th edition, 1992, John Wiley and Sons, Inc., New York.


EmoticonEmoticon