10/01/2017

Salah Kaprah Memahami Jurusan Kimia

Ada beberapa anggapan yang berkembang di masyarakat, terutama di Indonesia terhadap orang kimia, mahasiswa kimia, akademisi kimia, peneliti kimia, atau apalah itu namanya yang penting terkait dengan kimia. Jurusan kimia adalah bom, kurang lebih seperti itulah anggapannya. Seseorang yang berkonsentrasi di bidang kimia berarti mereka sedang mempelajari cara membuat bom. Kimia berkaitan dengan bom, sedangkan bom berkaitan dengan teknologi yang dapat membuat seseorang dapat berkuasa.

Pengalaman penulis sendiri-kebetulan mengambil jurusan kimia-tidak bisa dilepaskan dari anggapan "peracik bom". Ketika ada seseorang bertanya jurusan yang penulis ambil, maka setelah dijawab jurusan kimia, para pendengar umumnya akan mengatakan jurusan membuat bom ternyata. Meski tidak semuanya berpendapat demikian, namun faktanya lebih dari 80% akan berpendapat kimia selalu identik dengan bom.
ekstraksi curcumin oleh mahasiswa kimia/molaritas.com
Sebenarnya bom memiliki pengertian sebagai alat yang menghasilkan ledakan yang mengeluarkan energi secara besar dalam rentang waktu singkat. Kata bom berasal dari bahasa Yunani bombos, sebuah istilah yang meniru suara ledakan ‘bom’ dalam bahasa tersebut. Ledakan yang dihasilkan bom dapat menyebabkan kehancuran dan kerusakan terhadap benda mati dan benda hidup di sekitarnya. Selain itu bom dapat membunuh manusia hanya dengan suara yang dihasilkannya saja.

Bom versus Kimia
Bom banyak digunakan selama berabad-abad dalam peperangan konvensional maupun non-konvensional. Bom dalam bidang militer biasanya digunakan untuk  menyebut senjata peledak yang dijatuhkan tanpa pemandu dari pesawat udara. Sementara jenis senjata peledak militer lainnya misalnya granat, ranjau, peluru kendali, peluru dan peledak kedalaman tidak disebut bom.

Untuk saat ini bom sangat akrab di telinga orang Indonesia seiring dengan maraknya pelaku kejahatan dengan bom. Beberapa tahun belakangan di Indonesia banyak terjadi tindakan peladakan bom. Dimulai dari kasus bom Bali  I (2002) yang dilakukan kelompok Amrozi cs, disusul kasus-kasus bom lainnya di beberapa di wilayah di Indonesia. Kasus-kasus bom ini sampai saat ini terus menjadi musuh utama kepolisian Indonesia.

Kaitannya bom dengan kimia sebenarnya terletak pada bahan-bahan yang digunakan untuk membuat bom. Bahan yang digunakan untuk menghasilkan daya ledak, yang selanjutnya disebut bom terdiri-dari bahan kimia. Bom dibuat dari bahan kimia, terlepas dari siapa yang membuatnya, bisa jadi orang kimia, atau tidak ada hubungannya dengan kimia sama sekali. Setiap orang bisa mempelajari cara merakit bom dengan hanya bermodal panduan. Meski sebaiknya jangan membuat karena dilarang di Indonesia.

Jadi bom sebenarnya hanya berkutat pada dua kelompok, yakni tentara dan penjahat. Dua kelompok yang berada pada dua jalan yang berbeda. Meski sama-sama punya tujuan untuk menghancurkan. Akan tetapi perbedaan kedua kelompok ini sangatlah kontras. Dimana tentara mempunyai tujuan menghancurkan musuh yang dianggap penjahat, sedangkan penjahat bertujuan untuk menghancurkan peradaban (teroris).

Dari itulah penting meluruskan salah kaprah di atas- melihat ilmu kimia dari dampak negatif dan penyalahgunaannya saja, yaitu bahan untuk membuat bom. Padahal sebenarnya, cakupan ilmu kimia sangatlah luas, utamanya dalam kehidupan sehari-hari. Contoh produk kimia yang banyak bermanfaat dan sering digunakan sehari-hari seperti mie kemasan, sabun, bubuk kopi, shampoo dan obat-obatan serta masih banyak lagi manfaat dari ilmu kimia. Semua alat tersebut terbuat dari bahan kimia dan dibuat oleh seorang ahli kimia. (MR)


EmoticonEmoticon