05/01/2017

Alkohol Alami dan Sintesis

Alkohol tentunya merupakan bahan yang tidak asing di masyarakat umum. Bahan ini banyak dipakai untuk beragam keperluan dalam kegiatan sehari-hari dengan beragam tujuan. Ada banyak kegunaan alkohol mulai dari sebagai pelarut, minuman, pengawet, antiseptik, obat-obatan, kosmetik, dll. Dalam skala industri, alkohol juga digunakan sebagai pereaksi dalam membuat suatu produk, sebagai bahan bakar dll. Alkohol banyak digunakan karena memang merupakan pelarut nomor kedua terbesar setelah air (H2O).

Alkohol dapat dibilang sebagai artis ngetop kedua setelah air, karena kegunaannya yg banyak dan keberadaanya yang juga mudah didapatkan. Bahan baku pembuat alkohol mudah diperoleh karena sudah tersedia melimpah di alam. Cara membuatnya pun juga tergolong cukup mudah, yakni hanya melalui proses fermentasi, ataupun destilasi. Kemudahan alkohol tidak hanya itu, alkohol juga dapat dibuat dalam waktu relatif singkat, dalam hitungan jam saja.

Alkohol juga menjadi popular di masyarakat karena identik dengan minuman “ber-alkohol” dengan peminat yang lumayan banyak. Pada bagian ini, alkohol sebagai bahan negatif karena dampaknya yang membuat penikmatnya menjadi “teler”, alias hilang kesadaran untuk sementara waktu. Bahkan baru-baru ini alkohol semakin popular dengan beredarnya minuman keras  (miras) “oplosan”. Oplosan merupakan produk minuman ilegal dengan bahan utama alkohol. Oplosan ini menjadi isu nasional karena dampaknya yang dapat membahayakan nyawa si  peminumnya.  Sudah banyak korban tewas akibat menenggak minuman terlarang ini.
beer (bir)/pixabay.com
Berangkat dari paparan di atas, tulisan ini tertarik untuk memberikan gambaran mengenai pengertian alkohol. Meski memang materi “alkohol” sudah banyak bertebaran di banyak media, seperti web, blog, jurnal dan buku. Akan tetapi tentunya masih sedikit yang bisa membedakan macam-macam alkohol, utamanya alkohol yang dibedakan dari cara pembuatannya, yaitu secara alami dan sintesis. 

Pengertian Alkohol
Secara umum alkohol diartikan sebagai kelompok senyawa yang mengandung satu atau lebih gugus hidroksil (-OH) pada suatu senyawa alkana. Alkohol dapat dikenali dengan rumus umumnya R-OH. Dimana R adalah gugus alkil atau alkil tersubtitusi. Gugus ini dapat merupakan rantai terbuka, rantai tertutup (siklis) dan dapat mempunyai ikatan rangkap atau mengikat gugus aromatik. Alkohol merupakan salah satu zat yang penting dalam kimia organik karena dapat diubah dari dan ke banyak tipe senyawa lainnya.

Alkohol dapat dibuat menggunakan dua cara, yakni melalui proses fermentasi dan dengan cara sintesis. Dari proses fermentasi akan dihasilkan jenis alkohol bioetanol, atau etanol. Sedangkan dari proses sintesis akan dihasilkan macam-macam alkohol mulai dari alkohol primer, sekunder, tersier dan kuartier.

Pada pembuatan alkohol melalui proses fermentasi adalah suatu cara produksi alkohol menggunakan bantuan aktivitas mikroorganisme. Dari proses ini dihasilkan alkhohol yang disebut  bioetanol. Mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi alkohol pada umumnya merupakan kelompok mikroba khamir seperti Saccgharomyces cerevisiae dan Saccgharomyces uvarium. Khamir ini akan mengubah gula pada substrat menjadi alkohol pada kondisi aerob. Jika khamir ini ditumbuhkan pada suasana aerob maka akan dihasilkan sel lebih banyak daripada metabolitnya. Mikroba cerevisiae telah diperdagangakan dalam bentuk bubuk yang dikenal dengan nama ragi roti, yaitu ragi yang digunakan dalam pembuatan roti.

Substrat ataupun bahan baku dalam pembuatan alkohol berasal dari gula seperti gula putih, nira aren, nira lontar dan molase. Substrat ini dimetabolisme menjadi alkohol. Selain gula, dapat juga digunakan bahan berpati (misalnya ubi jalar, ubu kayu dan sagu) dan bahan berselulosa sebagai bahan baku misalnya jerami padi. Agar bahan dapat bertindak sebagai substrat, pati dan selulosa perlu dihidrolisis terlebih dulu menjadi gula sederhana, baik dalam bentuk monosakarida maupun bentuk disakarida. Hidrolisis tersebut dapat berlangsung secara kimia dan secara enzimatik.

Pada pembuatan alkohol melalui cara sintesis, umumnya dilakukan  dengan cara membuat/mensintesis alkohol dari gugus karbonil. Reaksi sintesis yang dapat digunakan diantaranya, reaksi adisi Grignard, sintesis dari aldehida, sintesis dari keton, sintesis dari ester dan sintesis dari asam karboksilat. (MR)


EmoticonEmoticon