28/12/2016

Mencipta Puisi Bertema Sains

Ada banyak ilmuwan kreatif dan inovatif dalam disiplin sains memiliki berlatar belakang sastra, terutama karya puisi. Mereka (baca: ilmuwan) memandang puisi sebagai energi yang dapat menyuplai daya imaji dan inspirasi. Sebut saja Einstein-penemu teori relativitas-dikenal sebagai pencipta dan penggemar berat puisi. Di Indonesia ada BJ. Habibie, ilmuwan anak negeri yang menabur puisi-puisi guna menggambarkan semangat sainstisnya. Habibie dan Einstein bahkan dikenal gemar membuatkan puisi-puisi romantis untuk pasanganya.

Mereka menjadikan puisi sebagai inspirasi untuk melahirkan sains maupun teknologi. Entah dengan hanya membaca, maupun mencipta sendiri puisi yang berkaitan dengan sains. Mereka sadar meski sains lekat dengan metodologi ilmiah, namun imajinasi adalah langkah permulaan dalam penelitian sains. Dengan memanfaatkan imajinasi para ilmuwan ini mendapatkan ide mengenai gambaran masa depan, termasuk gambaran sains.
bait-bait puisi/molaritas.com
Beberapa fakta ini seakan menegaskan bahwa sastra, dalam hal ini puisi dapat dianggap sebagai mother of science. Lahirnya beberapa penelitian sains baik langsung maupun tidak langsung banyak terinspirasi dari keberadaan puisi. Ruth Padel dalam atrikelnya berjudul the science of poetry, the poetry of science menegaskan bahwa ada ketekaitan erat antara dunia puisi yang merupakan imajinasi, dengan sains yang merupakan dunia empiris. Puisi mampu menyuguhkan imajinasi sehingga memberi inspirasi ilmuwan untuk berkarya dalam bidang sains.

Mencipta ataupun membaca puisi akan melahirkan imajinasi. Dimana unsur imajinasi dapat dijadikan batu loncatan melahirkan sains. Karya puisi dapat menawarkan kemungkinan-kemungkinan baru dalam mengembangkan sains. Bisa jadi di dalam puisi banyak terkandung penemuan-penemuan ilmiah. Sedang dengan mencipta puisi (baca: mengkhayal) dapat menjadi ruang para ilmuwan untuk mengeksplorasi objek yang akan ditelitinya, sebelum membangun teori dan mengujinya.

Sayangnya kesadaran para penyair Indonesia terhadap kemajuan sains masih sangat minim. Penyair di Indonesia seakan tidak peduli dengan keberadaan puisi sebagai inspirasi untuk melahirkan sains. Kebanyakan dari penyair Indonesia masih disibukkan dengan tema racun-racun cinta, ataupun cerita romantis ala bintang dan rembulan.  Padahal dengan banyaknya karya puisi yang bertemakan sains, bukan tidak mungkin akan berdampak positif terhadap kemajuan sains di Indonesia. Berdampak bagus pula bagi kemajuan dunia kepenyairan. Para penyair tidak akan dipandang lagi sebagai golongan yang angkuh karena menutup diri dari perkembangan sains.

Sains juga dapat tertolong dengan banyaknya ide-ide baru yang disajikan oleh para penyair. Bukanlah awal mula pesawat terbang dapat dibuat bermula dari dunia imajinasi. Manusia berimajinasi suatu saat dapat terbang layaknya capung, maka dibuatlah pesawat. Bukanlah ditemukannya gaya gravitasi dan tiga asas (hukum) pergerakanoleh Sir Isaac Newton, yang mengubah pandangan orang terhadap hukum fisika alam dan menjadi ilmu pengetahuan modern dimulai dari imajinasinya, bukan dari laboratoriumnya?

Memproduksi Puisi Sains
Para penyair di negeri ini mungkin belum berpikir untuk bekontribusi positif pada sains. Seolah ada penyekat antara puisi dan sains. Puisi tidak dapat direkatkan dengan sains sebab berbeda. Padahal sebagaimana sudah dipaparkan di atas, ada simbiosis mutualisme antara puisi dan sains. Hubungan puisi dan sains yang erat akan menjadikan keduanya menjadi kuat. Penyair yang membutuhkan ide untuk berkarya dapat menjadikan sains sebagai sumber inspirasi yang tidak akan habis digali. Begitpun dengan para ilmuwan yang dapat mengembangkan sains melalui ide-ide yang ditawarkan para penyair melalui puisi.

Sudah sepatutnya para penyair di negeri ini mulai berpikir untuk mengolah dan mencipta puisi di luar mainstream. Merubah pola pikir kalau puisi tidak hanya berisi kata-kata sedih ataupun bahagia yang diangggit menjadi indah. Sebagaimana diungkapkan Putu Wijaya (2007), hanya melalui puisi manusia dibelajarkan untuk menjelajahi imajinasi, bertamasya ke alam  imajinasi yang luar tak terkira. Karenanya dengan puisi, para penyair ataupun penikmat puisi mampu menjelajah ruang di luar sana hingga mendapatkan ide-ide baru tentang masa depan. Dimana imajinasi kreatif akan melahirkan ilmuwan-ilmuwan dengan ide-ide di luar mainstream.

Maka penting karya puisi yang dihasilkan para penyair di Indonesia disamping memperhatikan tema-tema politik, sosial, seni dan budaya juga harus mulai memperhatikan tema sains. Dimana sains merupakan bagian yang tak terpisahkan dari majunya pembangunan saat ini. Puisi sains dapat dihadirkan dalam bentuknya yang seimbang, dia dapat berupa masukan untuk perkembangan sains, dapat pula sebagai media kritik ataupun kontrol terhadap sains. Apabila puisi sains dapat dikontrol melalui puisi tentunya akan melahirkan wawasan yang semakin memperkaya khazanah ilmu di negeri ini. Tentunya dapat berkontribusi terhadap pembangunan di negeri ini.

Barangkali bahasa puisi yang lebih indah dibandingkan dengan bahasa sains akan menjadi keunggulan tersendiri. Apabila bahasa sains datang dengan segela kerumitan, maka puisi datang membawa kelembutan. Masyarakat pembaca tidak akan jenuh tentunya dalam menerjemahkan sains. Serta dapat mulai mengawali ide-ide sains melalui bahasa puisi. Dengan demikian bukan tidak mungkin bangsa ini juga dapat melestarikan puisi di tengah berkembangnya sains. (MR)


EmoticonEmoticon