01/11/2018

Teori dan Penggunaan XRD (X-Ray Diffraction)

Dalam mengkaji suatu material tentunya ada beberapa metode analisa yang dapat digunakan, diantaranya dengan teknik analisis non-destruktif. Analisis dengan XRD (X-ray diffraction) atau Diffraksi Sinar-X merupakan salah satu analisis non-destruktif untuk mengidentifikasi fasa kristalin suatu material dengan cara menentukan parameter struktur kisi serta untuk mendapatkan ukuran partikel. Profil XRD juga dapat memberikan data kualitatif dan semi kuantitatif pada padatan atau sampel.

Dengan menggunakan XRD beberapa informasi yang didapat diantaranya jenis struktur material (kristalin atau amorf), parameter kisi, serta susunan atom yang berbeda pada kristal suatu material.  Selain itu, XRD juga dapat mengukur macam-macam keacakan dan penyimpangan kristal serta karakterisasi material kristal. Mineral-mineral yang berbutir halus seperti tanah liat dapat juga diidentifikasi dengan XRD.
alat XRD (X-ray diffraction)/www.ayanan.lipi.go.id
Prinsip kerja dari XRD ini menggunakan difraksi sinar X yang dihamburkan oleh sudut Kristal material yang diuji. Sinar-X dipilih karena merupakan radiasi elektromagnetik yang memiliki energi tinggi sekitar 200 eV sampai 1 MeV. Sinar X dihasilkan oleh interaksi antara berkas elektron eksternal dengan elektron pada kulit atom. Spektrum Sinar X memilki panjang gelombang 10-5-10 nm, berfrekuensi 1017-1020 Hz dan memiliki energi 103 -106 eV. Panjang gelombang sinar X memiliki orde yang sama dengan jarak antar atom sehingga dapat digunakan sebagai sumber difraksi kristal.

Komponen utama pada XRD ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu tabung sinar-X (sumber monokromatis), tempat obyek yang diteliti (chamber), dan detektor sinar-X. Sinar-X dihasilkan oleh tabung sinar-X yang berisi katoda. Dengan memanaskan filamen di dalamnya akan dihasilkan elektron yang gerakannya dipercepat dengan memberikan beda potensial antara katoda dan anoda. Sinar-X yang dihasilkan akan bergerak dan menembaki obyek yang berada dalam chamber. Ketika menabrak elektron dalam obyek, dihasilkan pancaran sinar-X. Obyek dan detektor berputar untuk menangkap dan merekam intensitas dari pantulan sinar-X. Selanjutnya, detektor merekam dan memproses sinyal sinar-X dan mengolahnya dalam bentuk grafik.

XRD akan memberikan data difraksi dan juga kuantitas intensitas difraksi pada sudut dari suatu bahan. Setiap pola yang muncul pada pola XRD mewakili satu bidang Kristal yang memiliki orientasi tertentu. Berkas sinar-X yang dihamburkan ada yang saling menghilangkan dan saling menguatkan. Selain dari kelebihan XRD diatas, pastinya XRD juga mempunyai kekurangan, yaitu tidak dapat digunakan untuk analisa kuantitatif, sehingga XRD tidak dapat kita gunakan untuk menghitung jumlah dan kadar dari mineral-mineral tersebut. Biasanya, XRD digunakan untuk menghitung analisa jumlah yang tidak harus akurat.

22/01/2018

Buku Kimia Organik Edisi Ketiga Jilid 1

Judul: Kimia Organik, Edisi Ketiga Jilid 1
Judul Original: Organik Chemistry, Third Edition
Penulis: Ralp J. Fessenden dan Joan S. Fessenden
Penerjemah: Aloysius Hadyana Pudjaatmaka, Ph. D
Penerbit: Erlangga
Cetakan: Pertama, 1982
Tebal: 590 halaman

Mempelajari kimia organik ibarat sama susahnya dengan mempelajari bahasa asing. Suatu “bahan” yang tidak familiar di lingkungan sehari-hari. Meski merupakan salah satu cabang kimia, tetapi kimia organik tidak dipelajari secara intens sewaktu di sekolah menengah atas. Kimia organik  baru dipelajari secara mendalam dan menyeluruh pada saat di bangku kuliah.

Tentunya bagi Mahasiswa baru materi kimia organik menjadi bahasan yang “sukar dipahami” mengingat dalam kimia organik akan banyak dijumpai kosa kata baru. Tidak hanya itu aturan tata bahasa yang dipakai dalam kimia organik juga tergolong baru. Contoh hal baru yang sering dijumpai pada kimia organik tapi belum sama sekali disentuh pada sekolah menengah seperti meramalkan arah suatu reaksi organik.
cover kimia organik edisi ketiga jilid 1/molaritas.com
Buku berjudul asli Organik Chemistry, Third Edition ini ditulis oleh dua bersaudara Ralp J. Fessenden dan Joan S. Fessenden hadir sebagai bahan referensi kimia organik. Kedua pengajar di University of Montana berupaya menghadirkan buku kimia organik sebagai pegangan mahasiswa yang selama ini agak susah dalam memahami pembahasan-pembahasan dalam kimia organik.

Oleh Aloysius Hadyana Pudjaatmaka, Ph. D buku ini dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia sebagai buku rujukan kimia organik dengan judul kimia organik edisi ketiga. Maksud dari penerbitan buku dalam bahasa Indonesia sebagai bantuan bahasa bagi mereka yang belum familiar dengan bahasa inggris.

Dengan alasan yang terlalu tebal, buku organik yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ini dibagi menjadi dua jilid, yakni pertama dan kedua. Dengan dibagi menjadi dua jilid, buku ini menjadi lebih ringan dibawa dan lebih praktis ketika dimasukkan dalam tas. Buku kimia organik jilid pertama ini berisi Bab pengantar tentang kimia organik pada bagian awal-awal. Buku ini juga merupakan edisi ketiga yang sudah mengalami perbaikan berdasar masukan dari edisi pertama dan kedua.

Secara keseluruhan buku kimia organik jilid pertama ini terdiri dari 10 Bab. Pada Bab 1 dan 2 berisi pembahasan tentang tinjauan ulang struktur atom dan molekul, keelektronegatifan, ikatan hidrogen, reaksi asam-basa, dan orbital molekul  yang sudah disajikan dalam bentuk gambar. Konsep gugus fungsional juga dijelaskan pada Bab ini dengan pembahasan mengenai ikatan dalam beberapa senyawa nitrogen dan oksigen sederhana. Pada Bab ini juga diberikan suatu pengantar singkat ke teori resonansi.

Melalui Bab 1 dan 2 penulis buku ini berupaya untuk meningkatkan kualitas bahan ajar. Pada Bab ini terdapat tambahan materi yang berisi penjelasan mengenai penulisan struktur radikal-bebas. Ada juga petunjuk yang lebih eksplisit penghitungan muatan formal dan penulisan struktur resonansi.

Bab 3 berisi pembahasan mengenai keisomeran struktur dan tata namanya. Tidak hanya menjelaskan tata nama alkana saja, Bab ini juga membahas penamaan beberapa kelas senyawa. Sedangkan Bab 4 berisi pembahasan materi tentang stereokimia. Bab stereokimia ini berisi penjelasan tentang struktur yang meliputi keisomeran geometri, konformasi, kiralitas, dan pemisahan isomer. Proyeksi Fischer juga diperkenalkan pada Bab ini sebagai pengantar.

Mekanisme Reaksi Oganik  (MRO) diperkenalkan dalam Bab 5, diantaranya mekanisme reaksi reaksi substitusi dan eliminasi alkil halida. Ada beberapa alasan penggunaan reaksi alkil halida untuk pengantar ke mekanisme. Pertama, jalur reaksi SN2 yang khas adalah reaksi serempak dengan suatu keadaan transisi tunggal, dengan demikian ideal untuk memperkenalkan diagram keadaan transisi dan kinetika reaksi. Kedua, jalur reaksi SN1 secara logis mengikuti mekanisme SN2 dan memungkinkan dapat memperkenalkan halangan sterik dan karbokation.

Dengan penjelasan reaksi-reaksi ionik harapannya asas-asas strereokimia dapat dihubungankan kembali pada pembahasan Bab sebelumnya (Bab 4). Jalur reaksi E2 alkil halida mengikuti pembahasan reaksi substitusi. Meskipun mekanisme E1 disebut disini, pembahasan utama reaksi ini ditunda ke Bab 7, dimana dipaparkan reaksi alkohol.

Bab 6 berisi pembahasan mengenai kimia radikal bebas dan memperkenalkan kimia organologam, terutama reaksi Gridnard. Dalam edisi ini telah dihilangkan pembahasan radikal bebas biologis dan pengikatan dalam molekul oksigen. Sintesis bertahap banyak dan analisis retnosintetik juga diperkenalkan disini.

Bab 7 memuat pembahasan alkohol dan eter dengan beberapa revisi sehingga sehingga menjadi padat. Sub-sub mengenai sifat pelarut, pertukaran H dan D, penata-ulangan pinakol dan oksidasi periodat (dipindah ke Bab 18, kimia karbohidrat) telah dihilangkan. Pembahasan ester anoganik telah dipersingkat. Akan tetapi pada Bab ini ditambahkan materi eter mahkota sebagai zat transfer fase dan menambahkan penggunaan hidrida logam sebagai basa kuat.

Spektroskopi inframerah (IR) dan NMR (Nuclear Magnetik Resonance) dipaparkan pada Bab 8. Pembahasan IR dan resonansi magnetik nuklir penting dalam penetapan struktur unsur dan senyawa. Oleh karenanya pada Bab ini dibahas mengenai latar belakang dan asas-asas dalam spektrokopi IR dan NMR. Dengan demikian mahasiswa dapat memahami hubungan antara spektra dan struktur. Penjelasan disini lebih ditekankan pada strukturnya.  

Dalam Bab 9 berisi pembahasan mengenai alkena dan alkuna. Pada Bab ini dilakukan pemadatan pembahasan demi kejelasan dan menambah  ruang untuk pembahasan reduksi natrium-amonia cair (dari) alkuna, reaksi Simmons-Smith, definisi regioselektivitas, dan topik-topik yang beraneka penting lainnya. Contoh-contoh dalam pembahasan polimerisasi diubah sedemikian rupa agar lebih mewakili posedur-prosedur industri yang aktual. Buku ini ditutup dengan pembahasan mengenai tentang Benzena dan Benzena tersubstitusi. Hal yang dibahas pada Bab 10 mencakup kearomatisan dan reaksi senyawa Benzena.

Adanya referensi tentu sangat mendukung kimiawan dalam memahami kimia organik, terlebih di tingkatan Universitas. Sayangnya seolah menjadi penyakit di negeri ini, Universitas tidak serta merta menyediakan fasilitas referensi yang benar-benar dapat membantu problematika mahasiswa. Padahal dengan direkomendasikannya sebuah referensi yang bagus mahasiswa akan terbantu dalam memahami materi yang disampaikan di perkuliahan. Hadirnya buku kimia organik ini mudah-mudahan dapat menjadi bahan pengantar dan pegangan bagi mahasiswa, peneliti, dosen yang konsern di bidang kimia, terutama kimia organik. (MR)

20/01/2018

Mendeley, Membuat Daftar Pustaka Secara Otomatis

Penulisan daftar pustaka (reference) wajib hukumnya dalam suatu karya ilmiah
baik skripsi, thesis, disertasi, jurnal maupun buku. Hal ini dilakukan untuk menghindari plagiarisme. Beberapa tahun belakangan isu plagiasi menjadi topik perbincangan karena tidak sedikit para akademisi yang dicabut gelarnya karena kasus ini. Bahkan ada oknum rektor yang dicabut jabatan dan gelarnya akibat kasus plagiasi. Karenanya penting untuk tidak meninggalkan referensi yang diacu dengan mencantumkannya di bagian daftar pustaka atau pada bagian sitasi.

Dalam penulisan daftar pustaka sebisa mungkin dibuat secara lengkap, juga memiliki pola sesuai dengan yang digunakan secara kompak. Seragam dari atas ke bawah, ataupun semuanya memiliki pola yang sama sesuai dengan tata tulis yang menjadi acuan (baca: buku panduan). Paling penting juga referensi (buku, jurnal, artikel) yang ditampilkan sesuai dengan isi kutipan yang menjadi acuan atau referensi dalam tulisan ilmiah terkait dengan penelitian yang telah ada sebelumnya.
software mendeley/mendeley.com
Sampai saat ini sebagian dari kalangan akademisi masih menggunakan cara tradisional alias manual dalam membuat daftar pustaka. Cara yang digunakan biasanya dengan menuliskan satu persatu diakhir proses penulisan. Dengan cara ini akibatnya kadang ada ketidakkonsistenan tipe. Semisal ada yang tidak tercantum di daftar pustaka tetapi di tulisan diacu ataupun sebaliknya. Hal itu juga akan membuat repot jika ada pergantian pola atau tipe daftar pustaka yang harus disusun karena harus merubah satu-persatu, apalagi dalam penulisan artikel jurnal ilmiah setiap jurnal mempunyai gaya dengan aturan sendiri-sendiri.

Dengan menggunakan cara-cara tradisional alias manual tersebut tentunya akan memberikan beberapa kelemahan. Seperti yang telah dijelaskan diatas, dari segi waktu, efektitas, ketepatan dalam mencantumkan referensi dll. Belum lagi ancaman plagiasi akan sangat mungkin terbuka lebar kalau-kalau dalam penulisan daftar pustaka ada beberapa referensi tidak dicantumkan.

Untuk mengatasi beberapa kelemahan diatas sekarang sudah ada aplikasi untuk membuat daftar pustaka. Saat ini telah tersedia berbagai aplikasi untuk memudahkan dalam menuliskan daftar pustaka secara otomatis, baik yang berbayar misalnya EndNote maupun yang gratis misalnya Mendeley, Zotero dll

Mendeley
Aplikasi Mendeley merupakan aplikasi tidak berbayar alias gratis. Mendeley menyediakan ruang maya secara cuma-cuma sebesar 2GB. Kapasitas ruang maya ini dapat ditambah sesuai dengan keinginan dengan syarat membayar dengan biaya tertentu. Aplikasi Mendeley dapat digunakan dalam mengerjakan tulisan dimanapun baik dalam keadaan online ataupun offline.

Aplikasi ini tersedia dalam dua basis yaitu Web dan Desktop serta sudah mendukung Windows maupun Macintosh. Seperti aplikasi lainnya, Mendeley juga mendukung plugin yang bisa berkolaborasi dengan Microsoft Office sehingga akan mempermudah pembuatan daftar referensi ketika selesai menulis tulisan ilmiah, tinggal satu kali klik semua referensi telah tersusun sesuai dengan keinginan kita.

Cara menggunakannya adalah sebagai berikut:
·         Buka situs www.mendeley.com setelah itu silahkan register dan kemudian Sign Up, atau klik disini.
·         Unduh aplikasi Mendeley pada situs tersebut dan instal di laptop atau PC.
·         Cek email yang didaftarkan dan lakukan verifikasi pendaftaran/registrasi melalui pesan yang dikirim ke email.
·         Mendeley sudah siap digunakan.
·         Untuk menjalankan aplikasi dilakukan dengan cara membuat library dengan cara mengunduh artikel, jurnal dari beberapa sumber seperti sciencedirect, springerlink, ebsco atau sumber yang lainnya.
·         Lakukan validasi metadata, artikel/jurnal yang sudah didapat perlu divalidasi untuk memastikan sumber yang didapatkan benar sesuai dengan penulis. Cara validasi adalah dengan melakukan klik Details are correct.
·         Untuk mengoneksikan Mendeley dengan Microsoft Word maka perlu dilakukan instalasi plugin Mendeley dengan cara klik menu Tools pada aplikasi Mendeley, pilih Install MS Word Plugin.
·         Langkah selanjutnya adalah membuat kutipan di tulisan pada Microsft Office Word, langkah yang dilakukan adalah dengan cara klik menu References pada Microsoft Office Word, pilih Insert Citation.
·         Pilih jurnal atau artikel yang akan dikutip dengan meng-klik artikel tersebut (cari di library).
·         Setelah selesai tinggal membuat daftar pustaka pada akhir penulisan dengan cara klik menu References, pilih Insert Bibliography maka secara otomatis akan terbuat Daftar Pustaka.
·         Jika ingin merubah style Bibliography ke style yang lain misalnya Harvard (misalnya Rusdi et al., 2018) ke Vancouver(yang memakai angka [2]), langkah yang dilakukan dengan cara klik References, pilih style dan sesuaikan dengan gaya yang dikehendaki. Secara otomatis akan berganti style Daftar Pustaka.
·         Hasil dari daftar pustaka akan tersusun dengan rapi dan lengkap apabila semua  referensi yang dikutip dari awal sampai akhir ditulis secara lengkap dan teratur.
·         Untuk referensi yang tidak ada diinternet dapt dimasukkan secara manual dengan program ini juga sehingga tetap bisa tertulis di daftar pustaka.

Jika koneksi internet bagus dan referensi yang disitasi adalah jurnal online, maka secara otomatis referensi yang ditulis akan terhubungkan langsung dengan jurnal yang dimaksud untuk memudahkan penelusuran oleh pembaca. Aplikasi Mendeley mungkin salah satu cara alternatif untuk meningkatkan mutu tulisan terutama menghindari terjadinya plagiasi karena pembaca akan dengan mudah mengetahuinya. (MR)

17/01/2018

Nuklir: Hantu di Pikiran Bangsaku

Jika ada ingatan yang paling sulit untuk dihilangkan, maka ingatan tersebut adalah ingatan masa kecil. Jika ada ingatan paling tidak bisa dilupakan, maka ingatan tersebut merupakan ingatan hasil didikan alam dan lingkungan. Hal inilah yang menjadi hantu bagi generasi muda bangsa Indonesia jika membicarakan tentang teknologi nuklir.

Membicarakan tentang masa lalu dan membicarakan tentang nuklir, maka bangsa Indonesia dengan segera teringat akan peristiwa yang meluluhlantakkan Jepang pada masa Perang Dunia ke II. Pada masa itu senjata nuklir merupakan senjata pamungkas utama dalam memenangkan Perang Dunia II, dan merupakan teknologi yang paling ditakuti di seantero dunia. Mungkin sampai saat ini teknologi nuklir merupakan teknologi yang paling ditakuti bagi umat manusia, tetapi di lain pihak juga merupakan energi yang menguntungkan manusia.
perang nuklir/pixabay.com
Jika masyarakat umum bangsa Indonesia diberikan suatu pertanyaan tentang teknologi nuklir, maka mayoritas akan menjawab bahwa teknologi nuklir merupakan teknologi yang sangat berbahaya bagi dunia dan manusia serta bagi generasi selanjutnya, sedangkan beberapa lain akan berpendapat bahwa teknologi nuklir merupakan teknologi yang sangat besar manfaatnya bagi umat manusia di masa mendatang dengan berbagai pertimbangan. Dari ratusan juta masyarakat di Indonesia, hanya beberapa saja yang setuju dengan penggunaan nuklir di dalam kehidupan manusia. Ada apa sebenarnya tentang pandangan masyarakat terhadap teknologi nuklir? Apa yang membuat mereka begitu takut untuk mengenal apa yang namanya nuklir?

Semua kembali kepada pada awal bagaimana seorang warga bangsa Indonesia mulai mengenal kata "nuklir" di dalam hidupnya. Jika ada seorang muda Indonesia yang belum pernah mendengar tentang teknologi nuklir diberikan sebuah diskripsi tentang teknologi nuklir, dimana diskripsi tersebut merupakan deskripsi tentang sisi negatif nuklir, maka seorang muda tersebut dalam hidupnya akan tetap berpegangan kepada diskripsi tersebut. Hal ini dengan pengecualian jika seorang muda tersebut di kemudian hari mendapatkan sebuah diskripsi tentang ilmu nuklir yang bertolak belakang dengan apa yang didengarnya pertama kali. Begitu juga sebaliknya, dan hal ini telah menjadi merupakan sinergi tentang sebuah perspektif yang dapat berubah seiring berjalannya waktu dan bertambahnya ilmu pengetahuan dalam diri seorang individu. Sadar tidak sadar, hal ini merupakan kenyataan yang terjadi pada generasi muda bangsa Indonesia. Tidak hanya kalangan muda, tetapi para tua pun juga mengalami hal yang sama.

Setelah membaca opini saya di atas, maka mari kembali kepada kenyataan pendidikan kita pada saat duduk di bangku sekolah dasar. Di bangku tersebut dijelaskan dalam sejarah bagaimana kejamnya nuklir membunuh warga dari bangsa Jepang, tepatnya warga Hiroshima dan Nagasaki. Di depan papan tulis hitam masyarakat kita diberikan sejarah yang tidak bisa dilupakan seumur hidup dari sang anak. Yaitu sebuah ingatan tentang: "bahaya nuklir", "kejamnya nuklir", "jahatnya mereka yang menggunakan nuklir", dan lain sebagainya, yang dikemudian hari akan menjadi sebuah pegangan ilmu yang kemudian akan menentukan perspektif sesorang dalam mengkaji teknologi nuklir. 

Di dalam sejarah tersebut tidak diimbangi dengan pengetahuan akan pentingnya teknologi nuklir di masa depan bagi umat manusia. Padahal dengan pemberian sejarah nuklir yang berimbang antara sisi positif dan sisi negatif nuklir, maka bangsa Indonesia akan memiliki dua pertimbangan dalam menentukan pilihan yang paling tepat. Hal ini tentu sangat jauh berbeda jika sejak dahulu pemberian pengetahuan tentang nuklir dari sisi negatif saja, dimana hal tersebut terbukti disaat ini, yaitu banyak dari warga bangsa Indonesia yang enggan mendukung teknologi nuklir bagi peradaban yang lebih maju dan lebih sehat. Dan ini merupakan suatu hal yang miris, karena kebanyakan dari warga bangsa Indonesia yang enggan mendukung pengadaan teknologi nuklir merupakan warga yang memiliki keurangpengetahuan akan pentingnya nuklir di masa depan.

Tidak ada pihak yang disalahkan dalam hal di atas, karena manusia diciptakan bukan untuk menyalahkan waktu, tetapi memperbaiki hal terdahulu dengan medium waktu. Sehingga yang dapat dilakukan demi terciptanya suatu masyarakat yang melek teknologi dengan keberfanfaatannya adalah memberikan pengetahuan sebanyak-banyaknya bagi mereka yang masih belum mengerti akan besarnya sisi positif dari tekonogi nuklir. Dan merupakan hal positif apabila pengetahuan nukir disosialisasikan kepada khalayak yang masih belum sadar akan pentingnya teknologi nuklir sebagai langkah yang harus segera diambil, terutama dalam menanggapi krisis energi yang dalam jangka dekat atau jauh akan segera terjadi. Karena di masa mendatang, bukan tidak mungkin bumi akan menjadi sebuah bola keropos jika seluruh sumber daya di dalam perutnya terkuras habis karena keserakahan manusia.

Dan pada akhirnya timbulah beberapa argumen dari diri saya sendiri tentang perspektif bangsa Indonesia tehadap nuklir, dimana masing-masing tidak memiliki tujuan untuk menyudutkan salah satu atau beberapa pihak. Jika bangsa kita merupakan bangsa yang masih mempedulikan masa depan anak cucu, maka biarlah bangsa ini segera menemukan sebuah titik yang menuju pencerahan akan pentingnya teknologi nuklir dan prospek kebermanfaatannya di masa depan. Jika bangsa ini merupakan bangsa yang masih ingin mewariskan sebuah peradaban dunia yang sehat dan maju di masa depan, maka biarlah bangsa ini diberikan kesempatan untuk menghilangkan bayangan hantu yang selama ini terkungkung dalam setiap pikiran kecemasan kita.

Tulisan ini bersifat opini dari otak sebesar dua kepal tangan saya. Tulisan ini tidak bertujuan untuk menyudutkan salah satu atau beberapa pihak, tetapi tulisan ini merupakan sebuah argumen yang menyatakan bahwa setiap manusia memiliki gambaran dan bayangan sendiri-sendiri tentang teknologi nuklir. Setiap manusia memiliki ketakutan dan kecemasan ketika muncul sebuah wacana tentang teknologi nuklir. Tetapi alangkah baiknya kajian tentang sisi positif nuklir lebih ditekankan kepada generasi muda sebagai calon penerus bangsa dan sebagai calon pemegang peradaban dunia di masa depan. (Philip Anggo Krisbiantoro)

28/12/2017

Refleksi Hari lingkungan Hidup Sedunia

Pada setiap tanggal 5 Juni akan diperingati hari lingkungan hidup sedunia. Sebuah momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk merefleksikan ulang persoalan lingkungan yang saat ini menjadi salah satu masalah yang paling diperhatikan oleh dunia. Perubahan iklim yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir telah menyadarkan dunia bahwa ada masalah serius pada lingkungan dan bumi. Perubahan iklim telah menghadirkan ancaman serius bagi ketersediaan pangan, keamanan dan kenyamanan hidup mahluk di bumi. Tak terkecuali ancaman serius terhadap kehidupan lingkungan laut.

Persoalan lain dari lingkungan laut ialah bagaimana memaksimalkan kekayaan lingkungan laut kita agar dapat menjadi kekuatan ekonomi bangsa Indonesia. Sebagaimana diketahui  Indonesia sungguh kaya akan sumber daya alam dari laut. Kelautan dan utamanya penghasilan perikanan menjadi sumber paling potensial untuk dikembangkan. Apabila kelautan dan perikanan dikelola secara profesional niscaya bangsa ini sudah bisa mandiri dan tidak ada lagi cerita rakyat miskin yang merengek-rengek meminta belas kasihan orang lain. Ataupun belas kasihan pemerintah dengan terus-menerus menggantungkan hidup pada bantuan semata.

Memaksimalkan potensi laut
Fakta memperlihatkan, kekayaan laut yang dimiliki bangsa Indonesia nyatanya tak memberi efek yang dominan terhadap kemandirian masyarakat nelayan yang tinggal di daerah pesisir. Menurut hasil temuan LIPI, kurang lebih 140 (60 %) rakyat Indonesia tinggal di wilayah pesisir, 80 % diantaranya bergantung pada sumber daya perikanan dan lebih dari separuh nelayan yang hidupnya berada dalam kondisi kemiskinan. Kekayaan yang dimiliki bangsa ini tak lebih hanyalah mitos bagi rakyat miskin.
lingkungan laut/pixabay.com
Lebih ironis lagi, sumber daya kelautan dan perikanan menuju pada kondisi yang kritis. Sekitar 40 %  terumbu karang, pemijahan ikan-ikan dalam kondisi rusak, 34 % kondisi sedang, 22 % dalam keadaan baik, dan hanya 5 % yang tergolong sangat baik. Kabar ini tentunya cukup memprihatinkan kita bersama. Kondisi SDA tergerus, rakyat pun masih terkatung-katung dalam kemiskinan.

Di samping kondisi kelautan kritis, pencurian dan penjarahan ikan oleh pihak asing menjadi problem yang belum bisa dituntaskan oleh pemerintah. Berdasarkan data di pemerintahan sendiri, rata-rata dalam setahun kerugian negara akibat penjarahan ikan oleh nelayan asing mencapai nilai Rp 20 triliun yang melibatkan 1.000 kapal masuk tanpa izin di perairan Natuna (Kepri), Arafura, Sulawesi Utara, dan di berbagai perairan Indonesia lainnya. Setiap tahunnya diperkirakan 1,6 ton ikan Indonesia yang dicuri dari stok ikan nasional sebesar 6,4 juta ton.

Merubah cara pandang
Penting bagi pihak pengelola dan masyarakat merubah cara pandang kita terhadap laut. Menurut Arif Satria (2007 pengelolaan kelautan selama ini  lebih bertumpuk pada persoalan ekonomis an sich. Logika utama yang dipakai dalam memandang laut adalah keuntungan yang besar. Persoalan keberlangsungan di hari depan tak menjadi pertimbangan. Banyak kita jumpai proses penangkapan ikan dengan cara-cara yang tak ramah lingkungan, seperti pengeboman dan banyak pula pengambilan pasir laut yang tampa mempedulikan akibatnya.

Proses eksploitasi ini terus berjalan dengan kecanggihan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Nilai-nilai etis sudah berganti dengan rasionalitas. Kearifan lokal yang dimiliki tiap-tiap daerah diberangus oleh paradigma positivistik yang rasional. Mereka sudah beranggapan kearifan lokal sudah tak relevan karena tidak bisa terukur dan terbukti secara rasional dan empiris. Padahal bangsa Indonesia yang majmuk ini sarat dengan kearifan-kearifan lokal yang serat dengan pesan moral-etis dan mempunyai cara kerja budaya tersendiri untuk memelihara lingkungan.

Ini semua adalah akibat dari cara pandang antroposentrisme. Paradigma yang menjadikan manusia sebagai pusat dari segalanya yang ada di dunia ini. Nilai-nilai etik tak berlaku selain dari manusia. Pola relasi manusia dengan yang lainya bersifat instrumental, yakni menjadikan alat bagi kepentingan manusia. Segala sesuatu di muka bumi ini seakan dapat diekploitasi sejauh itu menguntungkan bagi manusia. Inilah yang oleh Karef (2002) menjadi sebab utama terjadinya eksploitasi berlebihan sehingga berimplikasi terhadap krisis ekologis.

Pola pendekaan berasaskan moral dalam pembangunan kelautan didasarkan pada realitas relasi moral yang ada dalam ekosistem laut. Realitas itu mendiskripsikan adanya hubungan moral antar manusia, manusia dengan makluk hidup lain dan semua manusia dengan system ekologis . Pendekatan ini mengintegrasikan semua elemen untuk menjaga keutuhan dan keseimbangan sehingga pembagunan berjalan tanpa harus merugikan yang satu dan mengutungkan yang lain.

Pendekatan berbasiskan pada moral mensinergikan kebutuhan ekonomis, sosial dan ekologis. Mengelola lingkungan, terutama kelautan, hanya dengan mengedepankan ekonomis yang terjadi adalah ketimpangan kayak saat ini dengan pelbagai kerugian yang ada. Maka ini adalah pelajaran untuk merekonstruksi pola pendekatan secara lebih etis.

Mensinergikan pola pendekatan itu desentralisasi merupakan suatu kemutlakan. Desentralisasi dengan dukungan kuat dari pemerintah setempat untuk melakukan pendekatan yang berbasiskan pada ekonomi, sosial dan ekologis menjadi penting mengingat tiap-tiap daerah mempunyai potensi ekologis yang berbeda dan pendekatan budaya yang berbeda sehingga membutuhkan peran aktif pemerintah untuk menjaga sinergi.

Peran pemerintah juga dituntut untuk sinergis dalam berpihak terhadap nasib nelayan pesisir yang selama ini belum mendapat perhatian. Pemeritah lokal jangan sampai mengutamakan para komprador-komprador kapitalis selama nelayan berada dalam kondisi kemiskinan. Keberlangsungan sumber daya alam kita dan nasip pelayan sejatinya menjadi pertimbangan utama. Ini butuh keberpihakan politik yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah. (MR)

26/12/2017

Buku Teknik Laboratorium Kimia

Judul : Teknik Laboratorium Kimia
Penulis: Khamidinal, M.Si
Penerbit: Pustaka Pelajar
Cetakan: Juni 2009
Tebal: 147 halaman         
ISBN: 978-602-8479-18-9

Ketika memasuki dunia perkuliahan di perguruan tinggi jurusan sains-kimia misalnya-para mahasiswa umumnya akan menjalani praktikum.  Kegiatan di laboratorium berguna untuk menunjang perkuliahan teori di kelas. Dengan bahasa lain kegiatan di laboratorium Kimia merupakan ruh  dari pembelajaran ilmu Kimia. Banyak hal yang dilakukan di Laboratorium Kimia, sebut saja mulai praktikum, percobaan sederhana, hingga penelitian kimia.

Tak hanya jurusan kimia, para mahasiswa tahun pertama dari berbagai  program studi serumpun dengan kimia seperti jurusan biologi, fisika, teknik kimia, pertanian, peternakan, analisis kimia, kedokteran, farmasi dan lain-lain selalu menggunakan laboratorium kimia sebagai pembelajaran ilmu-limu dasar.
cover buku/molaritas.com
Ironisnya, para mahasiswa baru umumnya masih gagap dengan peralatan yang ada di laboratorium. Terlebih mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda, dengan kemampuan yang juga berbeda. Ada yang berasal dari sekolah menengah kejuruan sains (Misal SMK SMTI),  sebagian dari mahasiswa berasal dari sekolah tingkat menengah tingkat atas yang telah memiliki peralatan laboratoriumnya yang belum lengkap atau bahkan tidak memiliki laboratorium sama sekali.

Padahal satu hal yang sangat penting bagi mahasiswa yang akan masuk ke laboratorium adalah pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium. Hal ini merupakan keharusan sebagai bekal ketika melakukan kerja di laboratorium. Maka dari itu penting memiliki pengetahuan dan keterampilan menyangkut penggunaan alat dan bahan di laboratorium.

Buku berjudul Teknik Laboratorium Kimia ini berisikan berbagai penjelasan mengenai jenis-jenis peralatan yang ada di laboratorium kimia. Selain itu Khamidinal selaku penulis buku juga memberikan penjelasan yang gamblang dan menyeluruh akan fungsi dan kegunaan berbagai peralatan tersebut. Kelebihan buku ini terletak pada penjelasan yang disertai dengan gambar yang mudah diikuti dan dimengerti. Dengan menyimak gambar demi gambar maka para mahasiswa akan dibawa seolah-olah sedang mempraktekkan apa yang nantinya akan dilakukan di laboratorium kimia.

Sebelum memulai praktikum para mahasiswa harus sudah mengetahui berbagai jenis peralatan yang nantinya akan digunakan untuk praktikum. Menggunakan alat dengan baik dan benar merupakan suatu keterampilan yang dikuasai oleh mahasiswa. Laboratorium merupakan sarana untuk meningkatkan keterampilan penggunaan peralatan-peralatan laboratorium.

Buku ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami dan menerapkan tatacara penggunaan berbagai jenis peralatan yang ada di laboratorium kimia. Buku ini dibagi menjadi 4 bab, dimana pada bab 1 berisi penjelasan mengenai keselamatan kerja di laboratorium. Berisi pembahasan yang meliputi pengenalan terhadap keadaan yang berbahaya dan pengenalan beberapa alat keselamatan kerja dan simbol-simbol keselamatan kerja. (hal. 5-19)

Bagi mahasiswa merupakan keharusan untuk mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium. Meski biasanya pengelola laboratorium memberikan penyuluhan dan penjelasan kepada mahasiswa. Penyuluhan dan pengenalan tersebut umumnya agar mahasiswa bersangkutan memperoleh izin untuk praktikum di laboratorium.

Pada bagian bab 2 menjelaskan pengenalan peralatan gelas laboratorium kimia. Bab ini berisi mengenai sifat peralatan gelas, serta jenis dan fungsi peralatan gelas yang ada di laboratorium kimia. Bab 3 menjelaskan pengenalan peralatan non gelas dan peralatan ukur. Terakhir bab 4, menjelaskan tatacara penggunaan peralatan.

Buku ini penting dimiliki para siswa, mahasiswa, peneliti yang memiliki kegiatan di laboratorium kimia. Adanya buku ini akan sangat membantu dalam memahami seluk beluk dalam laboratorium kimia. Serta dapat dijadikan sandar operasional (SOP) dalam menjalan alat yang ada di laboratorium. (MR)

21/12/2017

Bahaya Formalin (Boraks) Pada Kesehatan

Sekarang ini banyak sekali bahan kimia yang digunakan tidak di tempat semestinya, salah satu contohnya yakni bahan pengawet. Saat ini banyak dijumpai makanan yang dicampur bahan pengawet dijual bebas di pasaran. Bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia sengaja dicampurkan pada bahan makanan yang notabene dikonsumsi manusia. Padahal jelas sekali bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam makanan karena akan berakibat fatal pada kesehatan, bahkan dapat berakibat pada kematian.

Bahan pengawet umumnya dicampur pada makanan untuk membuat pekerjaan manusia dalam membuat makanan lebih awet dan tahan lama. Diantara bahan yang sering digunakan untuk pengawet dalam makanan, padahal dilarang adalah formalin, alias boraks. Pada makanan biasanya formalin ini isunya paling ramai digunakan untuk mengawetkan makanan berupa ikan, daging, ayam, tahu, mie, dan lain-lain agar tidak mudah busuk. Padahal segala kebutuhan ini di konsumsi manusia sebagai kebutuhan sehari-hari. 
bahan formalin (formaldehyde)/pixabay.com
bahaya formalin
Alasan penggunaan bahan kimia seperti formalin terbilang cukup memprihatinkan. Pada umumnya, alasan para produsen menggunakan formalin sebagai bahan pengawet makanan adalah karena kedua bahan ini mudah digunakan dan mudah didapat, karena harganya relatif murah dibanding bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk pada kesehatan. Selain itu formalin merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk. Beberapa contoh makanan yang dalam pembuatannya sering menggunakan formalin atau boraks seperti bakso, kerupuk, ikan, tahu, mie, dan daging ayam.

Formalin akan berguna dengan positif bila memang digunakan sesuai dengan fungsi yang seharusnya. Bukan malah digunakan sebagai pengawet makanan karena bahan-bahan tersebut sangat berbahaya. Walaupun begitu, karena ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, banyak produsen makanan yang tetap menggunakan kedua bahan ini dan tidak memperhitungkan bahayanya.

Formalin merupakan aldehida dengan rumus kimia H2CO, yang bentuknya gas atau cair. Kegunaan formalin sebenarnya digunakan untuk membunuh sebagian besar bakteri, sehingga sering digunakan sebagai disinfektan. Selain disinfektan, formalin dimanfaatkan sebagai pembersih, lantai, kapal, gudang dan pakaian. Formalin juga dapat dijadikan bahan pengawet tetapi bukan untuk pengawet makanan. Bahan-bahan yang umumnya diawetkan dengan formalin, yakni  pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu. Formalin memiliki bau yang sangat menyengat, dan mudah larut dalam air maupun alkohol.

Beberapa pengaruh formalin terhadap kesehatan adalah sebagai berikut.
1.    Jika terhirup akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.
2.    Jika terkena kulit akan menyebabkan kemerahan pada kulit, gatal, dan kulit terbakar.
3.    Jika terkena mata akan menyebabkan mata memerah, gatal, berair, kerusakan mata, pandangan kabur, bahkan kebutaan.
4.    Jika tertelan akan menyebabkan mual, muntah-muntah, perut terasa perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru, hilangnya pandangan, kejang, bahkan koma dan kematian.

Zat formalin dapat membahayakan jiwa manusia karena apabila terpapar formalin dalam jumlah banyak, dapat menyebabkan kematian. Reaksi zat pengawet formalin dalam tubuh manusia, yakni formaldehida dikonversi menjadi asam format yang meningkatkan keasaman darah, tarikan napas menjadi pendek dan sering, hiportemia atau sampai kepada kematian.

Tentunya akan lebih baik untuk tidak mengkonsumsi makanan yang telah diketahui mengandung formalin. Namun apabila kurang yakin terhadap kondisi makanan yang akan dikonsumsi mengandung formalin atau tidak, akan lebih baik untuk melakukan perlakuan khusus pada makanan tersebut, dengan tujuan untuk menurunkan kandungan formalin dalam makanan. (MR)